Jadi Driver Gojek, Uber Motor atau Grab?

mitradriver.com – Salah satu pertanyaan yang sering terlintas di benak beberapa orang yang baru mau gabung jadi ojek online adalah “mau gabung ojek online yang mana?” . Barangkali rekan driver yang sudah aktif pun sering punya pemikiran ingin tahu bagaimana kalau narik di aplikasi sebelah.

Ketiga pemain besar ojek online di Indonesia punya kelebihan sendiri-sendiri.  Pun begitu dengan beberapa operator ojek online non-mainstream seperti bluejek, ojek syari, Jegger Taksi, dan lain-lain.

Tapi kali ini kita fokus di tiga nama besar yang memang lebih jamak dikenal oleh masyarakat.  Mari kita kupas masing-masing platform ojek online tersebut.

Ojek Online Gojek
Ilustrasi : Gojek, salah satu pemain lama Ojek Online

Pilihan Jadi Ojek Online

Gojek

Nama Gojek tentu bisa dibilang sebagai yang paling besar di antara ketiganya.  Dari sisi pasar, Gojek bisa dikatakan mempunyai segmen yang luas dengan berbagai layanan dan pemahaman mereka terhadap konsumen Indonesia.

Dengan slogan Aplikasi Karya Anak Negeri , Gojek sukses membuat sentimen pengguna (penumpang) ojek online cenderung memilih gojek dibanding aplikasi lain yang notabene-nya adalah pemain luar (Uber asal Amerika, dan Grab asal Malaysia).  Ini bisa menjadi kelebihan Gojek dibanding merk ojek online lainnya.

Dari sisi seleksi calon driver, Gojek lumayan rumit.  Pasalnya pembukaan lowongan gojek tidak selalu ada setiap saat.  Walaupun sekarang bisa disiasati dengan mendaftar gojek online, sehingga anda mendapat semacam antrian dan akan diberitahu seketika saat ada pembukaan lowongan calon driver.

Grab Bike

Di awal hadirnya Grab Bike di Jakarta, ojek online asal Malaysia ini terkenal dengan banyaknya promo bagi penumpang.  Tujuannya tentu untuk menggaet pengguna layanan ini agar meningkat dan lebih banyak lagi.  Sekarang setelah 2 tahun lebih berlalu, Grab sudah menancapkan taringya dengan kuat dan menjadi ojek online yang cukup disukai penumpang.

Grab mempunyai segmen pelanggan tersendiri, dimana banyak penumpang lebih menyukai kesederhanan tampilan aplikasi penumpang grab.  Selain itu, aplikasi penumpang Grab jarang sekali error, tidak seperti aplikasi Gojek yang paling umum penumpang mengalami Expired Session sehingga sering harus login berulang-ulang.

Nah, dari sini kita tahu bahwa penumpang Grab juga banyak.  Jika dibandingkan Gojek, mungkin tak terlalu berbeda.  Apalagi Grab Bike juga melebarkan layanan dengan hadirnya Grab Express dan Grab Food sehingga semakin besar potensi panggilan  untuk para driver.

Uber Motor

Pemain paling anyar, paling datang belakangan, tapi ternyata tidak begitu dengan layanannya.  Nama Uber sudah dikenal jauh sebelum layanan Uber Motor hadir di Jakarta.

Dari sisi teknologi, Uber mempunyai sistem yang menurut kami paling tangguh.  Aplikasinya jarang sekali error, baik aplikasi Driver maupun Rider (penumpang).

Di sisi lain, Uber mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri.  Misalnya untuk rekrutment calon driver, lowongan supir Uber Car dan Uber Motor selalu buka setiap hari secara online.  Persyaratannya pun mudah, dan juga sistem validasi pendaftarannya sangat cepat.  Tanpa datang ke kantor Uber sekalipun, calon mitra pengemudi bisa mendaftar dan langsung aktif selama memenuhi persyaratan mereka.

Dari sisi penumpang, Uber mempunyai user (penumpang) yang loyal terhadap layanan mereka.  Apalagi, skema perhitungan tarif uber motor dianggap paling murah oleh penumpang jika dibanding tarif ojek online lainnya.  Belum lagi promo-promo yang dibagikan, tentu menjadikan orderan uber tetap ramai.

Kesimpulan

Di akhir analisa tentang ojek online mana yang paling cocok bagi driver, mitradriver akan membuat kesimpulan sederhana dan singkat.  Tentu kesimpulan kami bisa saja tidak sesuai menurut anda, karena tiap-tiap orang mempunyai pendapat dan pertimbangan masing-masing.

Nah berikut ini kesimpulan sederhana mitradriver.com :

Mau Cepat Narik ? Pilih Uber Motor.  Pertimbangan kami karena lowongan uber motor selalu terbuka hampir setiap hari di website resminya.

Mau tarif per trip besar ? Pilih Grab atau Gojek  . Tarif Uber Motor memang paling murah jika dibandingkan 2 ojek online ini, sehingga Grab dan Gojek layak dipertimbangkan untuk anda yang mengejar nilai rupiah per tripnya.

Mau banyak penumpang ? Bisa Uber, Grab, atau Gojek.  Ketiga ojek online tersebut mempunyai jumlah user yang banyak.  Jadi pilih yang mana pun menurut mitradriver.com tetap ramai penumpang.

Sekarang, tinggal anda yang menentukan.  Mau jadi ojek online yang mana?

 

Gambar Gravatar
Mitradriver.com adalah portal berbagi informasi bagi para driver online. Situs ini BUKAN SITUS RESMI Uber, Grab atau pun Gojek / Go-Car. Mari berbagi info di sini.Untuk keluhan, silakan hubungi langsung pihak terkait. Terima kasih

Dapat info terbaru seputar Ojol dan Taksol?


27 komentar pada “Jadi Driver Gojek, Uber Motor atau Grab?

  1. Jadi driver Uber motor sengsara. Tarif paling murah, cari penumpang juga susah. Ini pengalaman pribadi setelah 10 bulan mengemudi uber motor. Silakan lihat saja, banyak yang jadi driver uber motor hanya bertahan beberapa bulan lalu berpindah ke Grab atau Gojek.

      1. untuk tarif harap ditinjau kembali, jangan kebanyakan potongan harga,, coba hitung biaya pengeluaran harian buat bbm, belum lagi buat biaya perawatan kendaraan, jangan hanya mengejar nama baik kepada konsumen tapi menyengsarakan mitra, terimakasih

        1. Mohon maaf pak fajar, untuk keluhan silakan sampaikan langsung ke managemen masing-masing (Uber/Grab/Gojek).

          Sedangkan untuk potongan harga, setahu saya di perusahaan online manapun driver tetap mendapatkan penghasilan sesuai tarif aslinya walaupun penumpang dapat potongan harga. Biasanya ditransfer atau dimasukkan ke topup dll.

    1. Tidak ada masalah kalau sekedar online saja. Tapi kalau ambil penumpang dari 3 aplikasi secara bersamaan jelas melanggar aturan. 🙂

  2. 1 bulan di Uber saya setting wilayah bekasi ( maklum sampingan ). Nyari penumpang klo pinggir Bekasi nyaris ga ada. Tp kota Bekasi kyknya ga gitu susah. Online dari jam 5-10pagi dapat 6 trip susah ga menurut anda yg driver gojek dan Uber. Tarif kecil sekali,, 10 trip baru dapat 70-80 rb. Jd penasaran klo grab dan gojek 10 trip kira2 dapat berapa? Dan yg diluar diluar dugaan rider Uber banyak yang pelit kasih tip, bahkan ga tau diri. Udah ditungguin lama pas dapat 0 rupiah gak ngasih tip.

    Klo boleh minta saran saya pindah aja gak sih?

  3. Nyambi jadi pengemudi gojek iya dan grab juga masalah ga sih dari manajemen masing2? Infonya dong min

  4. min sebenarnya masing2 perusahaan mewajibkan driver nya make atributnya gak sih?karena disamping kepikiran mau narik 3 ojek online sekaligus juga menghindari opang2 yg gk suka sementara kita gk tahu persis zona merahnya

    1. Khusus Uber yang saya tahu mewajibkan pak. Karena banyak laporan dari rekan-rekan yang kena suspen (diblokir sementara) gara-gara “narik” tidak pakai atribut.

  5. Tarip 0 rupiah penumpangnya rata2 pelit g ksh tip ke driver..jarak terdekat RP 5400..kadang byar 500perak dr uber.ank kcl aj g mau di kasih 500..slogan dr driver..uber dpt nama..penumpang bhgia tarip 0..driver menderita..kshn mogok bkn krna mesin tp khbsan bensin

    1. Bapak Erwin, untuk keluhan silakan diberikan langsung kepada managemen yang bersangkutan ya pak 🙂

      Mengenai tarif Rp 0, apakah bapak sudah pernah mengikuti training driver sehingga tahu tarif Rp 0 berarti driver tidak mendapatkan penghasilan ? Sebagai sesama driver, yang saya tahu tarif Rp 0 hanya yang tertera di aplikasi ketika penumpang menggunakan kode promo. Kalau dicek di payment statement, kita sebagai driver tetap mendapat hak kita.

      Mungkin pak Erwin perlu datang ke kantor Uber untuk meminta support, dan mengikuti training atau menonton video penjelasan tentang Tarif Rp 0 di Uber ini.

  6. Saya kan terdaftar di grab tapi saya juga mau daftar di gojek dengan motor yg sama apa boleh ya ?

  7. Kalau sudah diputus mitra oleh salah satu perusahaan ojek itu
    Bisa tidak masuk lagi pada perusahaan yang sama untuk kedua kalinya

    1. Setahu kami tidak bisa pak. Karena hampir semua perusahaan ojek online menggunakan identifikasi nomor kartu identitas, sehingga 1 KTP / SIM hanya bisa didaftarkan satu kali di tiap-tiap perusahaan.

  8. Min.. Mo nanya nihh..
    Sy sama sekali blom menjadi driver gojek/grap.. Rencana mau gabung..
    Menurut admin pilih yg mn ? Gojek/grap..
    Mohon penjelasan min

  9. Dear admin

    Saya mau mencoba jd driver ojol, mana yg kompeten bs saya pilih saat ini, mengingat saya masih berstatus karyawati, dan ingin cari tambahan

    1. Dari sisi customer base (pengguna aplikasi penumpang), semuanya bagus mbak, hanya saja beberapa di antaranya cukup ketat proses penerimaannya. Selain itu, di antara ketiganya Gojek yang recruitmentnya terbilang jarang.

Komentar ditutup.

Perlu diperhatikan
Silakan berkomentar dan mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang baik dan sopan. Dilarang berkomentar yang berisi promosi, nomor telepon atau email. Jika memang diperlukan silakan kontak kami terlebih dahulu.